Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2021

Sahabat Dalam Suka dan Duka

 Sahabat Dalam Suka dan Duka 



Kala berita duka menyelimuti salah satu sahabat maka kita harus bisa jadi tongkatnya atau bahkan bisa jadi cahayanya agar ia bisa lolos dan lepas dari dukanya , begitulah persahabatan yang terjalin antara ustadz Ahmad Zainal Abidin selaku ketua KKG PAI Kota Surabaya dengan ustadz Ali Imron ketua koperasi syariah rezeki datang Jawa Timur.


Persahabatan "Duo Sodron" ini makin lengkap dengan hadirnya ustadz Sugeng Setiobudi sekretaris KKG PAI Kota Surabaya yang merangkap sebagai sekretaris koperasi syariah rezeki datang Jawa Timur dengan ciri khas , karakter dan watak masing-masing yang saling melengkapi satu sama lain sehingga jadi "trio sodron".


Ketika salah satu dari mereka mendapati satu ujian atupun musibah maka yang lainnya saling membantu, saling melengkapi, saling peduli, saling support dan saling menguatkan untuk bisa bangkit lebih cepat dari yang diperkirakan.


Berita wafatnya ibunda ustadz Ahmad Zainal Abidin pertama kali dikabarkan oleh ustadz Ali Imron yang kemudian menyebar ke seluruh WhatsApp gruop guru pendidikan agama Islam se Nusantara sehingga lantunan doa mengalir deras dari segala penjuru sebagai bagian ikhtiar anak Sholih yang mendoakan 


Support terbesar yang kedua adalah kehadiran sahabat di rumah duka seakan menjadi kewajiban bagi ustadz Ali Imron yang langsung takjiyah kerumah duka tuk mengikuti proses pemakaman hingga ke peristirahatan terakhir almarhumah.


Malam pun berganti, lantunan doa tahlil terus dibaca seiring dengan silih bergantinya para kerabat, tetangga dan sahabat yang takjiyah ikut mendoakan almarhumah. Kembali ustadz Ali Imron hadir kekediaman rumah duka walau jarak Surabaya - Sidoarjo tidaklah dekat namun bisa menjadi sangat dekat karena ikatan cinta sahabat yang saling menguatkan. (Bunda Tri) 

Rabu, 12 Mei 2021

Implementasi Berbagi, Meraih Ridlo Illahi

 Implementasi Berbagi, Meraih Ridlo Illahi


Berbagi adalah sebuah unjuk nyata yang digagas oleh Ketua Komite Sekolah untuk memberi kepada sesama yang merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya di bulan Ramadhan namun juga sering dilakukan di bulan-bulan yang lain dengan berkolaborasi bersama Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Siswa dan Orang tua Siswa.


Berbagi yang berarti memberikan sedikit kebahagiaan kepada sesama. Banyak ragam “Berbagi” yang sudah sering dilakukan mulai dari berbagi makanan, alat belajar, alat bermain, tanaman, pupuk, sampai membagikan ilmu. Semua itu terlihat kecil dan biasa, namun berarti besar dan sangat bermakna bagi yang menerima. 


Seperti 2 tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya biasanya di Bulan Ramadhan dipakai untuk berbagi takjil, berbagi bibit tanaman untuk para pengguna jalan di sekitar sekolah, namun karena kondisi masih pandemi dan tidak memungkinkan berbagi takjil dikarenakan ada penumpukan massa dan bergerombol , maka Ramadhan tahun ini “berbagi” di SDN Dukuh Menanggal I/424 Surabaya dibuat ragam kegiatan yang berbeda tetapi masih bermakna berbagi.


Kegiatan itu adalah “Penggalangan donasi” dengan obyek berbaginya adalah Yatim (tidak punya ayah), Piatu (tidak punya ibu), Yatim Piatu (tidak punya ayah dan ibu), dan Dhuafa’ di halaman sekolah dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan tepat di hari ke-28 Ramadhan yakni Senin, 10 Mei 2021 mulai pukul 15.00 hingga pukul 16.55. 


Kegiatan ini dipromotori oleh Ketua Komite Sekolah (Hentty Kartika Sari) dengan mengerahkan Korlas (Koordinator Kelas) mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 untuk menghimpun dana sukarela. “Dana yang terkumpul di tiap Korlas dijadikan satu dan Alhamdulillah bisa memperoleh di titik 10 juta sekian. Uang tersebut dibelikan nasi kotak, takjil, jajanan, dan uang saku untuk para Yatim, Piatu, Yatim Piatu, dan Dhuafa’ yang total seluruhnya adalah 57 dengan perincian 25 Yatim, dan 32 dhuafa’” kata Hentty.  



Antusias warga sekolah untuk mensukseskan kegiatan ini luar biasa. Dengan komunikasi hanya via Whatsapp  hanya dengan waktu cukup singkat, 5 hari bisa terlaksana kegiatan sehebat ini. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan juga menggalang donasi, Alhamdulillah donasi bisa terkumpul sejumlah Rp. 3.350.000,-. 


Donasi dari Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini ikut disalurkan pula untuk 57 penerima. Seperti dituturkan Edy Sukoco (Kepala Sekolah), "Kegiatan semacam ini dampaknya luar biasa untuk anak-anak, mengajarkan makna berbagi secara langsung kepada anak-anak tidak hanya berupa teori saja, harta atau rizki yang kita miliki tidak semuanya milik kita, namun beberapa persen adalah hak yatim dan dhuafa’ yang perlu kita perhatikan. Apalagi ini bulan Ramadhan, Allah berjanji akan melipatgandakan pahalanya kepada hamba-hamba yang mau menyedekahkan harta atau rizkinya untuk sesama dan untuk agama Allah".  


Edypun berpesan untuk anak-anak yang hadir : “walaupun yatim, piatu, atau yatim piatu jangan berkecil hati, harus tetap semangat belajar, rajin solat, rajin ngaji, doakan orang tua yang masih ada maupun dan sudah tiada, harus pinter dan berprestasi”.ujarnya.


Di penghujung kegiatan, Hentty Kartika Sari mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah, Guru, tenaga kependidikan, Korlas dan seluruh wali murid yang turut mensukseskan kegiatan ini. Semoga amal ibadah semuanya dilipatgandakan dan Ridlo Illahi Robbi dapat Kita raih. Aamiin 


Penulis : Wahyuni, S.Sos.I.

Guru SDN Dukuh Menanggal I/424 Surabaya

wahyuniyuned@gmail.com 

Minggu, 28 Februari 2021

Jahatnya Pinjaman Online

 Jahatnya Pinjaman Online



Surabaya- Maraknya tawaran hutang online yang terkenal dengan pinjol (pinjaman online) telah membuat banyak orang tergiur untuk mengambil jasanya hanya karena alasannya instan dan administrasi yang tidak menyulitkan  sehingga tak berpikir akibat yang akan didapat ketika tak mampu membayar. (28/02/21)


Jika dibandingkan melakukan pinjaman melalui bank, maka cara tersebut bisa dibilang tidak ribet dengan semua administrasi yang harus dilengkapi. Sehingga banyak orang lebih memilih meminjam melalu online. Namun tanpa disadari justru itu membuat rasa malu.


Bagaimana tidak, jika tidak membayar pinjamannya atau terlambat membayar, maka yang bersangkutan akan dibuka identitasnya pada orang yang kontaknya dijadikan sebagai kontak darurat yang bisa dihubungi ketika yang bersangkutan belum melakukan kewajibannya. 


Bersyukur, GPAI Surabaya telah memiliki Kopsyah RD Jatim, Koperasi Syariah Rezeki Datang Jawa Timur. Koperasi dengan berbadan hukum legal dan memiliki sistem syariah yang jauh dari riba, tentunya tanpa administrasi yang ribet sehingga anggotanya bisa langsung melakukan pinjaman meski sifat keanggotaan masih sehari. 


Fasilitas lainnya juga bisa didapat di Kopsyah ketika ambil pinjaman barang tanpa menggunakan DP, melainkan langsung cicilan pertama dan hanya sepuluh kali. Jika dalam angsuran tersebut,   meninggal dunia, maka Kopsyah pun mengikhlaskan angsuran berikutnya untuk barang tertentu. 


Tak hanya itu, saat menjelang ramadhan peminjam pun akan mendapatkan jasa pinjamannya, jadi sangat rugi sekali jika GPAI tidak bisa memanfaatkan fasilitas Kopsyah yang telah didirikan oleh beberapa senior GPAI Surabaya yang bertujuan untuk kemaslahatan guru agama Islam di wilayah Surabaya. 


Hutang atau pinjaman memang tidak dilarang dalam Islam. Karena hutang itu sendiri telah diatur dalam Islam sebagai salah satu sektor kecil dalam urusan ekonomi umat, yang tak hanya dilakukan oleh orang yang tidak punya, namun juga oleh orang yang berharta sekali pun. 


Menurut syar'i hutang memiliki makna memberikan harta dengan kasih sayang kepada siapa pun yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar, serta akan dikembalikan lagi kepada yang memberikannya. Maka beritikat baiklah ketika mendapatkan pinjaman dan segerakanlah untuk menyelesaikan kewajiban membayar. 


"Siapa saja yang berhutang,  lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri." (HR. Ibnu Majah)


Semoga kita semua bisa mengembalikan pinjaman kita sehingga tidak menuai malu di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Dan sebaiknya mencari pinjaman pada instansi yang sesuai syariah islam. (HumasSH)

 
 
Blogger Templates