Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2020

KKG PAI Peduli GTT Yang Mengalami Pendarahan Di Otak

KKG PAI Peduli GTT Yang  Mengalami Pendarahan Di Otak 

Amanah KKG PAI Peduli Telah Tersampaikan

Surabaya - Achmad Zainal Abidin ketua KKG PAI Kota Surabaya mengunjungi dan menyampaikan donasi peduli di kediaman Eko Sumantoyo mantan guru honorer SDN Kertajaya I yang menderita pendarahan di otak , Jumat 22/5/2020

Bermula dari keprihatinan kondisi Eko Sumantoyo  KKG PAI Kota Surabaya  mengajak guru pendidikan agama Islam untuk membuka ladang amal, serta peduli dan berbagi pada guru honorer yang sedang membutuhkan uluran tangan. 

Pendarahan di otaknya berawal dari pusing yang dia rasakan saat mau berangkat mengajar ke sekolah kemudian pamit istrinya tidur dan keterusan hingga pingsan lalu seketika itu juga dibawa ke RS. Dr. Soetomo untuk diperiksakan lebih lanjut dan ketika diketahui ada pendarahan otak, seketika hari itu dioperasi.

Dana yang terkumpul di rekening Ustadz Ainun Kabid kesejahteraan sosial KKG PAI Kota Surabaya sebesar Rp 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) akhirnya diserahkan langsung kepada yang bersangkutan di kediamannya.

"Alhamdulillah, ingatan Bpk sudah mulai membaik dan mulai ingat kembali ke istri dan anaknya. Dulu saat masih sakit, sama sekali tidak ingat apapun. Termasuk makan pun demikian. Pak Eko sudah bisa makan nasi dan makanan yang lain namun tidak banyak karena bisa muntah. Sekarang masih rawat jalan dan dua minggu sekali harus kontrol ke RS. Asrama Haji" tutur Ny. Eko Sumantoyo

Achmad Zainal Abidin mewakili teman-teman Guru PAI SD Surabaya mendoakan agar Allah Swt segera memberikan kesembuhan dan kesehatan maksimal agar bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.

"Sekarang, Pak Eko sudah tidak lagi mengajar di sekolah dan (alhamdulillah) Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah menggantikan putranya untuk bekerja di sekolah tsb sebagai pegawai perpustakaan"tutur Achmad Zainal Abidin (Bunda Tri)


Jumat, 15 Mei 2020

Bos Kopsyah " Rezeki Datang" Siapkan Dana 1 M tuk kembangkan Koperasi

Bos Kopsyah " Rezeki Datang" Siapkan Dana 1 M tuk kembangkan Koperasi

Ustadz Ali Imron ,S.Th.I Ketua Kopsyah RD

Sejatinya kiprah Ustadz Ali Imron ,S.Th.I  sebagai guru pendidikan agama Islam di SDN Menur Pumpungan IV/ 236 Surabaya tidak terlihat di setiap kegiatan GPAI ataupun KKG PAI sebagai induk organisasi guru agama karena beliau lebih memilih entrepreneur hingga menjadi GPAI yang sukses sebagai pengusaha muda dengan tiga puluh karyawan dibeberapa toko di Surabaya.

Sebagai pengusaha yang ulet dan tekun dalam berproses bukan menjadikannya lupa pada tugas utamanya sebagai guru yang menjadi panggilan jiwa dan tempat mengabdi pada Ibu pertiwi dengan mencerdaskan anak bangsa , menanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah dalam menyiapkan generasi Qurani yang tangguh menjawab tantangan zamannya.

Passion dan branding yang terbentuk selama ini bahwa GPAI identik dengan takmir masjid , guru ngaji , penceramah dan lain sebagainya dipatahkannya dengan menjadikan dirinya sebagai GPAI entrepreneur layaknya sahabat Rasulullah Saw yang sukses di bidang ekonomi.

Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini karena semua berjalan sesuai kehendak Allah SWT , termasuk ketika KKG PAI Kota Surabaya  menggagas koperasi syariah di era kepemimpinan ustadz Ahmad Zainal Abidin dengan ketua terpilih ustadz Slamet yang pada akhirnya harus manuver jabatan karena kondisi istrinya yang kurang sehat .

Jelang akhir tahun 2019 sosialisasi pun digalakkan ke kecamatan-kecamatan yang ada di Surabaya dengan formasi kepengurusan koperasi syariah yang baru dan semangat baru untuk mensejahterakan guru pendidikan agama Islam melalui koperasi syariah 

"Tantanganpun dimulai begitu saya sosialisasi ke kecamatan di Surabaya , salah satu GPAI bertanya "apa bedanya koperasi syariah dengan makelar dimana kami yang menjadi anggota nantinya diwajibkan membayar iuran wajib sebesar Rp 150.000 yang kemudian uang itu dikumpulkan dan dibelikan barang yang akan diangsurkan pada anggota " tutur Ustadz Ali Imron yang biasa dikenal dengan julukan Ali sodron

Olah rasa , olah hati dan olah pikir pun dimulai untuk menjawab kegelisahan GPAI Surabaya dengan lantang saya jawab "saya siapkan modal pribadi sebesar Rp 500.000.000 untuk memenuhi kebutuhan GPAI dengan sistem kredit tanpa riba, jadi misalnya ia beli laptop harganya 5 juta kami akan sediakan laptop seharga itu yang bisa diangsur sepuluh kali tanpa harus memberikan bunga sepeserpun" lanjutnya 

Maka seiring berjalannya waktu saatnya koperasi syariah rezeki datang telah mendapatkan modal sebesar Rp 475.000.000 dan kemungkinan bisa bertambah "saya sudah siapkan dana 1 M untuk membesarkan kopsyah RD agar kebermanfaatan nya bisa dirasakan oleh GPAI kota Surabaya yang selama ini lebih banyak ikhlas beramal dan tanpa pamrih dalam berjuang" pungkasnya (Bunda Tri)

Kamis, 14 Mei 2020

Penggembala Berhati Baja

Penggembala Berhati Baja 

Ustadz Sugeng Setiyo Budi, Sekretaris KKG PAI Kota Surabaya

Menjadi yang terdepan bukan berarti harus meninggalkan siapapun yang ada di belakang akan tetapi menjadi yang terdepan harus bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi beriringan agar bisa maju melangkah bersama begitulah filosofi yang cocok buat sekretaris KKG PAI kota Surabaya , Ustadz Sugeng Setiyo Budi

Berbagai prestasi keprofesionalan telah diraihnya mulai dari guru prestasi , penulis buku bahkan menjadi penyaji materi dimana-mana dengan inovasi pembelajaran berbasis digital yang telah diterapkannya dalam kegiatan belajar mengajar ditempatnya kerja.

Semua itu tak membuatnya lantas "pinter sendiri" namun dengan kebisaan yang dimiliki justru malah dijadikan fasilitas untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru pendidikan agama Islam melalui KKG PAI kota Surabaya dan guru umum melalui IGI Kota Surabaya

"Ilmu yang diberikan kepada sesama takkan membuat kita miskin ilmu apalagi miskin hati justru akan jadi bekal masa depan dan tak kan pernah habis walau sudah ditularkan kemana-mana" tuturnya 

Mengawal guru pendidikan agama Islam se Surabaya dalam memahamkan tugas dan fungsi pokok nya sebagai pendidik yang memiliki kualitas profesionalitas tidaklah mudah , butuh perjuangan dan pengorbanan waktu , tenaga bahkan pikiran 

Sebagai manusia biasa memang sewajarnya ada rasa sedih , jengkel , jenuh bahkan terselip marah bila yang dihadapi adalah orang-orang yang sulit diajak berkompromi , sulit diajak maju dan sulit memangkas keegoannya.

Sebaliknya, layaknya seorang pendidik tak ada yang lebih membahagiakan baginya ketika siswa ataupun teman sejawat yang dididik , diajari dan dibimbingnya bisa menguasai apa yang diajarkan dan memberikan support terbaiknya kala mereka selangkah lebih maju darinya 

Tak ada gading yang tak retak , kesempurnaan hanya milik Yang Maha Sempurna adalah pedoman hidup yang sudah dijalankan untuk menghalau kerikil-kerikil tajam kehidupan dalam menyukseskan setiap langkahnya sebagai guru maupun organisatoris

"Memimpin ummat ibarat menggembala ternak , ada kalanya nurut adakalanya tidak karena sejatinya mereka adalah makhluk Allah yang memiliki hak menentukan langkah sendiri tetapi karena tugas penggembala adalah mengatur mereka agar tertib dan mematuhi peraturan yang dibuat maka penggembala harus berhati baja tak boleh baperan" pesannya  (Bunda Tri)

Kamis, 12 September 2019

Pak Rudy Jadi Imam, Ya !

Pak Rudy Jadi Imam, Ya !


Hari ini, tidak seperti biasanya.
Ada sekelompok siswa yang berkerumun di dekat Musholla.

Toleh kanan dan kiri.
Saat usai berwudhu, anak-anak ini menyapaku.
"Pak... pak Rudy jadi Imam, ya !"
Tanpa pikir panjang, ajakan anak-anak saya terima.

Sungguh sesuatu yang terbalik.
Harusnya selaku KS saya mengajak anak-anak untuk Sholat Dhuhur berjamaah di Sekolah. Sementara itu, teman guru laki-laki lebih memilih menjadi Makmum untuk Sholat Berjamaah di Masjid dekat Sekolah. 

Sebelum saya di SDN WONOKUSUMO IV/43 Semampir, guru-guru Pria lebih memilih sholat di Masjid. Guru Perempuan memilih sholat sendiri, karena waktu masuk dan pulang tidak selalu bersamaan. Karena siswa 2 shift.

Akhirnya menjadi sebuah pemikiran kita bersama. Untuk apa punya Musholla kalau tidak digunakan untuk Sholat Berjamaah ? Memang, Musholla kami kurang layak. Apalagi sebentar lagi akan terkena rehab, karena berdampingan dengan Ruang kelas. Posisinya menjadi lahan bebas.

Terima kasih, anak-anakku telah mengingatkanku akan keberadaan Musholla di Sekolah kita.

Semoga Bapak/Ibu guru ikut terpanggil untuk berjamaah di Musholla yang sempit.

Minggu, 26 Januari 2014

RENUNGAN MALAM SEBELUM TIDUR BAGI KITA

Beberapa renungan bagi kita semua terutama bagi GPAI dan bagi siapa saja yang kebetulan membaca blog KKG ini, baik anda pejabat atau rakyat biasa...renungan ini sangat bagus..saya ambil dari kutipan Menteri Agama RI (Prof. Dr. Suryadarma Ali) dan Sekjen KEMENAG (Prof Dr. Bahrul Hayat), semoga bisa direnungkan...andaikan anda pejabat...renungkanlah....andaikan anda pemimpin rumah tangga renungkan....semua pemimpin wajib merenungkan...sebagai berikut :
  1. ‘Bangsa yang Besar Kedepankan Persatuan dan Kedamaian”. Menag Suryadharma Ali
  2. "Memimpin harus membawa orang pada kebenaran dan kebaikan. Berikan cahaya kebenaran pada setiap orang  dalam lingkungan Anda. Bawa dia kalau dalam gelap ke dalam terang dengan kebenaran, akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan tempat kita bekerja" Bahrul Hayat
  3. " Kekuatan seorang pemimpin tidak pada saat dia berdiri tegak di atas, kekuatan seorang pemimpin pada saat dia duduk dan mendengarkan. Jangan bayangkan duduk mendengarkan itu adalah kehilangan kekuasaan (powerless), dengan duduk dan mendengarkan dengan seksama, seorang pemimpin (leader) akan memperoleh power, dan power akan menguatkan leadership-nya"  Bahrul Hayat
  4. “Empat hal harus diperhatikan Pejabat Kemenag. Pertama, perkuat komitmen;  Kedua, tingkatkan kompetensi sesuai lingkup tugas yang diemban; Ketiga, perkokoh integritas moral dan kepribadian; Keempat, dapat mengembangkan leadership yang baik” Menteri Agama Suryadharma Ali
  5. “Kepemimpinan yang baik adalah yang menginspirasi bawahan, menjadi panutan, serta berani bertanggungjawab atas keberhasilan maupun kegagalan” Menag Suryadharma Ali
 
 
 
Blogger Templates